|
SISTEM REPRODUKSI MANUSIA
|
Noviana Adelita Rahmawan
A. Reproduksi
Manusia
Reproduksi adalah cara makhluk hidup untuk
menghasilkan individu baru yang memiliki sifat yang sama dengan induknya.
1.
Alat Reproduksi pada
Laki-laki
a.
Kelenjar Testis
~
Berjumlah sepasang dan disusun oleh banyak lilitan-lilitan yaitu tubulus
seminiferus.
~
Testis disebut juga dengan buah Zakar.
~
Merupakan organ kecil dengan diameter sekitar 5 cm pada orang dewasa.
~ Panjang total > 200 m.
~
Berfungsi sebagai organ penghasil sel sperma disamping sebagai kelenjar hormon
(menghasilkan testosteron).
~
Membutuhkan suhu lebih rendah dari suhu badan.
b.
Saluran Kelamin
~ Saluran yang berfungsi mengangkut sel sperma
dan testis keluar dari
tubuh.
~ Berturut-turut dimulai dari
1.
Epididimis
- Epididimis adalah saluran-saluran yang lebh kecil
dari Vas Deferens.
- Mempunyai bentuk berkelok-kelok dan membentuk
bangunan seperti topi.
- Berfungsi sebagai tempat pematangan sperma.
2.
Vas Deferens
- Vas Deferens adalah sebuah tabung yang dibentuk
dari otot.
- Membentang dari Epididimis ke Uretra..
- Berfungsi sebagai tempat penyimpanan sperma sebelum
dikeluarkan melalui penis.
3.
Duktus
Ejakulatoris
- Dibentuk dari persatuan vas deferens dengan duktus seminalis.
- Panjangnya 2,5 cm.
4.
Uretra
- Merupakan saluran sperma dan urine.
- Berfungsi membawa sperma dan urine ke luar tubuh.
c.
Kelenjar
Kelamin
~ Merupakan kelenjar yang menghasilkan sekret
sebagai campuran dari sel sperma (semen).
~ Ada 3 jenis kelenjar kelamin, yaitu :
1.
Vesika
Seminalis
- Menghasilkan cairan yang mengandung fruktosa.
- Berfungsi sebagai penampung spermatozoa dari
testis.
2.
Kelenjar
Prostat
- Sebagai penghasil cairan basa untuk melindungi
sperma dari gangguan luar.
3.
Kelenjar
Bulbouretra / Cowper
- Menghasilkan sekret lain untuk mengaktifkan dan
memelihara sperma.
Ø Proses Pembentukan
Sel Kelamin (Gametogenesis) pada Pria
Proses gametogenesis
meliputi spermatogenesis dan oogenesis. Spermatogenesis terjadi pada testis
(pria).
Spermatogenesis
·
Dimulai pada
saat pubertas.
·
Merupakan
proses pembentukan dan pemasakan sperma.
·
Terjadi di
Tubulus Seminiferus.
·
Di dalam
Tubulus Seminiferus terdapat sel sperma, yang disebut Spermatogonium.
·
Spermatogonium
kemudian membelah secara mitosis menghasilkan spermatogonium yang hapoid.
·
Kemudian
membesar membentuk spermatodit primer.
·
Spermatosit
primer seterusnya akan membelah secara meisosis I untuk menghasilkan dua
spermatosit sekunder yang haploid.
·
Kemudian setiap
spermatosit sekunder akan membelah secra meisosis II untuk menghasilkan dua
spermatid yang haploid.
·
Sel-sel
spermatid akan berdiferensiasi menjadi Spermatozoa atau sperma.
2.
Alat Reproduksi pada
Wanita
Saat
dilahirkan, seorang anak wanita telah mempunyai alat reproduksi yang lengkap
tetapi belum berfungsi sepenuhnya. Alat reproduksi ini akan berfungsi
sepenuhnya saat seorang wanita telah memasuki masa pubertas.
Selain berfungsi untuk
menghasilkan sel ovum, alat reproduksi wanita juga berfungsi menerima sel
sperma dan memberikan tempat berkembang bagi embrio yang tumbuh setelah
Fertilisasi.
Ø Ovarium
·
Ovarium disebut
juga dengan indung telur.
·
Menghasilkan
ovum.
·
Berjumlah
sepasang dan berbentuk oval seukuran kacang.
·
Mengandung
ribuan folikel yang tiap folikel mengandung ovum.
Ø Saluran Kelamin
·
Menghubungkan
ovarium ke uterus.
·
Terdiri dari
berturut-turut
a.
Fimbria
- Fimbria adalah tabungan protein yang menonjol dari
membran pada banyak spesies dari Proteobacteria.
- Umumnya pendek dan terdapat banyak di seluruh
permukaan sel bakteri.
- Hanya ditemukan pada bakteri gram negatif, dimana
bakteri tersebut memiliki lapisan peptidoglikan yang tipis pada dinding selnya.
b.
Tuba Falopi /
Oviduk
- Disebut juga dengan saluran telur.
- Tuba falopi adalah sepasang saluran yang berada
pada kanan dan kiri rahim sepanjang +10 cm.
- Menghubungkan rahim dengan ovarium melalui fimbria.
c.
Uterus / Rahim
- Berbentuk seperti buah pear, berongga, dan berotot.
- Sebelum hamil beratnya 30 – 50 gram dengan ukuran
panjang 9 cm dan lebar 6 cm krang lebih sebesar telur ayam kampung. Tetapi saat
hamil mampu membesar dan beratnya mencapai 1000 gram.
- Rahim berfungsi sebagai tempat untuk perkembanan
embrio menjadi janin.
- Rahim terdiri atas 3 lapisan, yaitu :
1.
Lapisan
Parametrium
- Merupakan lapisan paling luar dan yang berhubungan
dengan rongga perut.
2.
Lapisan
Miometrium
- Merupakan lapisan yang berfungsi mendorong bayi
keluar pada proses persalinan (kontraksi).
3.
Lapisan
Endometrium
- Merupakan lapisan dalam rahim tempat menempelnya
sel telur yang sudah dibuahi. Lapisan ini terdiri dari lapisan kelenjar yang
berisi pembuluh darah.
d.
Vagina
- Vagina adalah saluran yang elastis, panjangnya
sekitar 8 – 10 cm, dan berakhir pada rahim.
- Karena terbentuk dari otot, vagina bisa melebar dan
menyempit.
- Pada bagian ujung yang terbuka, vagina ditutupi
oleh sebuah selaput tipis yang disebut selaput dara. Selaput ini akan robek
pada saat bersanggama, kecelakaan, masturbasi/onani yang terlalu dalam, olah
raga dan sebagainya.
e.
Serviks
-
Serviks disebut
juga mulut rahim.
-
Terdapat pada
bagan terdepan dari rahim dan menonjol ke dalam vagina, sehingga berhubungan
dengan bagian vagina.
-
Memproduksi
cairan berlendir.
Ø Kelenjar Kelamin (Asesoris)
·
Terdapat
kelenjar Bartholin yang berfungsi menghasilkan cairan pada vagina.
Proses Pembentukan Sel Kelamin (Gametogenesis) pada
Wanita
Proses terjadinya Oogenesis.
·
Terjadinya
proses pembentukan sel ovum di dalam ovarium.
·
Dimulai pada
saat embrio dan diteruskan sampai pubertas.
·
Pembentukan
ovum diawali dengan pembelahan mitosis
lapisan luar ovarium untuk membentuk oogonium yang diploid.
·
Setiap oogonium
dilapisi oleh sel folikel. Keseluruhan struktur ini disebut folikel primer.
·
Ketika folikel
tumbuh, oosit primer membelah secara meisosis I menghasilkan satu oosit
sekunder dan badan kutub.
·
Oosit sekunder
kemudian berkembang menjadi ovum haploid yang siap untuk dibuahi oleh sperma.
B.
Fertilisasi dan Perkembangan Embrio
Fertilisasi
=> Proses pembuahan dan peleburan antara satu sel sperma dan sel ovum yang
sudah matang.
Proses
fertilisasi yang terjadi dalam tubuh manusia
Ovum matang dilepas ovarium dan
ditangkap rumbai – rumbai pada corong tuba fallopi. Jika ada sperma masuk, maka
ovum dibuahi oleh sperma. Ovum yang sudah dibuahi membentuk zigot, kemudian
zigot bergerak menuju rahim. Jika ovum tidak dibuahisperma, jaringan dalam
dinding rahim yang telah menebal dan banyak pembuluh darah akan rusak dan luruh
sehingga terjadi menstruasi.
Bersamaan dengan terjadinya pematangan
ovum, sel-sel dinding rahim tumbuh menebal dan banyak pembuluh darah sehingga
pada saat zigot datang dan menempel tidak terjadi gangguan. Pematangan ovum dan
penebalan dinding rahim dipengaruhi hormon esterogen dan progesteron.
Di
rahim, embrio berkembang selama 9 bulan untuk menjadi bayi.
Perkembangan
embrio hingga menjadi bayi
1.
Pada usia 4
minggu, sudah tampak pertumbuhan mata dan telinga.
2. Usia 8 minggu,
sudah terbentuk janin yang mirip dengan bayi, mulai tampak tangan, jari tangan,
hidung, dan kaki.
3.
Usia 16 minggu,
panjang janin telah mencapai 40 cm dan memiliki organ yang sudah lengkap.
4.
Usia 40 minggu,
janin sudah siap untuk dilahirkan.
Selama dalam rahim, embrio
mendapatkan nutrisi dari induknya melalui plasenta yang berfungsi sebagai
berikut :
1.
Menyalurkan zat
makanan dari induk ke embrio.
2.
Mengalirkan
zat-zat sampah dari embrio ke dalam darah induknya.
3. Melindungi janin dari berbagai zat racun atau kuman
penyakit.
C. Siklus Menstruasi
Ø Menstruasi disebut juga haid yang merupakan
pendarahan yang terjadi akibat luruhnya dinding sebelah dalam rahim
(endometrium) yang banyak mengandung pembuluh darah.
Ø Pendarahan atau menstruasi ini terjadi secara
periodik, jarak waktu antara menstruasi yang satu dengan menstruasi berikutnya
dikenal dengan satu siklus menstruasi.
Ø Siklus menstruasi terdiri dari 4 fase, yaitu :
1.
Fase Menstruasi
·
Fase ini
terjadi jika ovum tidak dibuahi oleh sperma sehingga korpus luteum menghentikan
produksi hormon esterogen dan progesteron. Turunnya kadar esterogen dan
progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari endometrium yang disertai robek dan
lurunya endometrium, sehingga terjadi pembuahan.
·
Fase ini
berlangsung kurang lebih 5 hari.
·
Darah yang
keluar selama menstruasiberkisar antara 50 – 150 mililiter.
2.
Fase
Pra-Ovulasi
·
Fase
Pra-Ovulasi disebut juga dengan fase poliferasi.
·
Pada fase ini,
hormon pembebas gonadotropin yang dikeluarkan hipotalamus akan memacu hipofise
untuk mengeluarkan FSH (Folikel Stimulating Hormon). FSH memacu pematangan
folikel dan merangsang folikel untuk mengeluarkan hormon esterogen.
·
Adanya hormon
esterogen menyebabkan pembentukan kembali (poliferasi) dinding endometrium.
Peningkatan kadar esterogen juga menyebabkan serviks untuk mengeluarkan lendir
yang bersifat basa.
·
Lendir yang
bersifat basa tersebut berfungsi untuk menetralkan suasana asam pada vagina
sehingga mendukung kehidupan sperma.
3.
Fase Ovulasi
·
Ovulasi terjadi
pada hari ke 14.
·
Peningkatan
kadar esterogenmenghambat pengeluaran FSH, kemudian hipofise mengeluarkan LH
(Luternizing Hormon). Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit sekunder
dari folikel, peristiwa ini isebut ovulasi.
4.
Fase Pasca
Ovulasi
·
Fase pasca
ovulasi berlangsung selama 14 hari sebelum menstruasi berikutnya.
·
Folikel de
Graaf (folikel matang) yang telah melepaskan oosit sekunder akan berkerut dan
menjadi korpus lutem. Korpus luteum mengeluarkan hormon progesteron dan masih mengeluarkan
hormon esterogen namun tidak sebanyak ketika berbentuk folikel. Progesteron
mendukung kerja esterogen untuk mempertebal dan menumbuhkan pembuluh-pembuluh
darah pada endometrium seta mempersiapkan endometrium untuk menerima pelekatan
embrio jika terjadi pembuahan atau kehamilan. Jika tidak terjadi pembuahan,
korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan yang hanya sedikit
mengeluarkan hormon, sehingga kadar
progesteron dan esterogen menjadi rendah. Keadaan ini menyebabkan terjadinya
menstruasi demikian seterusnya.
D. Penyakit AIDS
Ø AIDS (Acquired
Immune-deficiency Disese Syndrome) adalah penyakit yang disebabkan oleh
virus HIV (Human Immunodeficiency Virus)
yang dapat menyebabkan kematian.
1.
Gejala HIV
Ø Pada tahap awal, orang yang terinfeksi HIV tampak
seperti orang yang sehat dan tidak memperlihatkan gejala-gejala tertentu. Fase
ini dapat terjadi selama 5 - 7 tahun tergantung kdari kekebalan tubuh si
penderita.
Ø Tahap selanjutnya, akan muncul gejala awal seperti
hilangnya selera makan, tubuh terasa lemas, dan badan berkeringat secara
berlebihan pada malam hari, timbulnya bercak-bercak dikulit, terjadi
pembengkakan kelenjar getah bening, mengalami diare terus-menerus, serta flu
yang tidak sembuh-sembuh. Fase ini berlangsung 6 bulan – 2 tahun.
Ø Tahap terakhir atau fase AIDS akan terdiagnosa
setelah kekebalan tubuh sudah sangat berkurang pada tahap ini biasanya
penderita mudah terserang penyakit TBC, pneumia, herpes, gangguan saraf, dan
sebagainya. Kejadian ini berlangsung selama 3 – 6 bulan.
2.
Penularan HIV
Ø Karena hubungan seksual
Ø Menyerang orang yang memakai narkoba dan tato yang
menggunakan jarum suntik dan semprotan yang telah terkontaminasi oleh virus
HIV.
Ø Melalui transfusi darah
Ø Ibu hamil yang mengidap AIDS dapat menularkan pada
janinnya.
3.
Pencegahan HIV
Ø Menghindari hubungan seks bebas dengan orang yang
menderita penyakit ini.
Ø Menghindari hubungan seks dengan orang yang pecandu
narkoba.
Ø Mengadakan pemeriksaan laboratorium terhadap orang
yang akan mendonorkan darahnya.
Ø Menjamin sterilitas alat suntik dan menggunakannya
untuk sekali pakai.
E.
Penyakit atau
Kelainan pada Alat Reproduksi Manusia
1. Gonore atau
Kencing Nanah
Gejala : Pada perempuan keluar nanah yang berasal dari
vagina dan
saluran
urine.
Akibat :
Bermasalah pada saat kehamilan dan proses melahirkan.
2. Klamidia atau
Klamidiasis
Gejala : Pada
laki-laki akan keluarnya nanah dari penis saluran urine.
Akibat : Infeksi
pada testis.
3. Sifilis atau
Raja Singa
Gejala : Seperti
hal nya gonore, tidak tampak gejala 70% perempuan
dan 10% pada laki-laki.
Akibat : Pada
perempuan bermasalah pada kehamilan dan pada laki-laki
masalah kebersihan
4. Herpes atau
Dhab
Gejala : Luka
pada vagina atau penis
Akibat :
Membahayakan jantung dan otak, melalui ibu yang ditularkan
ke fetusnya.
5. Candidiasis
atau Keputihan
Gejala : Luka
pada vagina atau penis seperti bercak-bercak yang
menyerang pada alat kelamin manusia.
Infeksi pada dinding vagina, langit-langit,
lipatan dekat anus.
Akibat : Melalui
proses kelahiran infeksi berasal dari ibu selama
kelahiran.
Kebersihan vagina dan mulut dan anus tidak terjaga.











0 komentar:
Posting Komentar