Selasa, 30 Desember 2014

Materi Biologi Kelas IX

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

 

 Noviana Adelita Rahmawan




A.   Reproduksi Manusia

Reproduksi adalah cara makhluk hidup untuk menghasilkan individu baru yang memiliki sifat yang sama dengan induknya.

1.         Alat Reproduksi pada Laki-laki





a.    Kelenjar Testis
~ Berjumlah sepasang dan disusun oleh banyak lilitan-lilitan yaitu tubulus seminiferus.
~ Testis disebut juga dengan buah Zakar.
~ Merupakan organ kecil dengan diameter sekitar 5 cm pada orang dewasa.
~  Panjang total > 200 m.
~ Berfungsi sebagai organ penghasil sel sperma disamping sebagai kelenjar hormon (menghasilkan testosteron).
~ Membutuhkan suhu lebih rendah dari suhu badan.







b.    Saluran Kelamin
~   Saluran yang berfungsi mengangkut sel sperma dan testis keluar dari
tubuh.
~   Berturut-turut dimulai dari
1.   Epididimis
-       Epididimis adalah saluran-saluran yang lebh kecil dari Vas Deferens.
-       Mempunyai bentuk berkelok-kelok dan membentuk bangunan seperti topi.
-       Berfungsi sebagai tempat pematangan sperma.

2.  Vas Deferens
-       Vas Deferens adalah sebuah tabung yang dibentuk dari otot.
-       Membentang dari Epididimis ke Uretra..
-       Berfungsi sebagai tempat penyimpanan sperma sebelum dikeluarkan melalui penis.

3.  Duktus Ejakulatoris
-  Dibentuk dari persatuan  vas deferens dengan duktus seminalis.
-  Panjangnya 2,5 cm.

4.  Uretra
-       Merupakan saluran sperma dan urine.
-       Berfungsi membawa sperma dan urine ke luar tubuh.

c.    Kelenjar Kelamin
~   Merupakan kelenjar yang menghasilkan sekret sebagai campuran dari sel sperma (semen).
~   Ada 3 jenis kelenjar kelamin, yaitu :
1.   Vesika Seminalis
-       Menghasilkan cairan yang mengandung fruktosa.
-       Berfungsi sebagai penampung spermatozoa dari testis.

2.  Kelenjar Prostat
-       Sebagai penghasil cairan basa untuk melindungi sperma dari gangguan luar.

3.  Kelenjar Bulbouretra / Cowper
-       Menghasilkan sekret lain untuk mengaktifkan dan memelihara sperma.

Ø  Proses Pembentukan Sel Kelamin (Gametogenesis) pada Pria

Proses gametogenesis meliputi spermatogenesis dan oogenesis. Spermatogenesis terjadi pada testis (pria).



 Spermatogenesis
·      Dimulai pada saat pubertas.
·      Merupakan proses pembentukan dan pemasakan sperma.
·      Terjadi di Tubulus Seminiferus.
·      Di dalam Tubulus Seminiferus terdapat sel sperma, yang disebut Spermatogonium.
·      Spermatogonium kemudian membelah secara mitosis menghasilkan spermatogonium yang hapoid.
·      Kemudian membesar membentuk spermatodit primer.
·      Spermatosit primer seterusnya akan membelah secara meisosis I untuk menghasilkan dua spermatosit sekunder yang haploid.
·      Kemudian setiap spermatosit sekunder akan membelah secra meisosis II untuk menghasilkan dua spermatid yang haploid.
·      Sel-sel spermatid akan berdiferensiasi menjadi Spermatozoa atau sperma.
2.      Alat Reproduksi pada Wanita

Saat dilahirkan, seorang anak wanita telah mempunyai alat reproduksi yang lengkap tetapi belum berfungsi sepenuhnya. Alat reproduksi ini akan berfungsi sepenuhnya saat seorang wanita telah memasuki masa pubertas.

Selain berfungsi untuk menghasilkan sel ovum, alat reproduksi wanita juga berfungsi menerima sel sperma dan memberikan tempat berkembang bagi embrio yang tumbuh setelah Fertilisasi.




Ø  Ovarium
·      Ovarium disebut juga dengan indung telur.
·      Menghasilkan ovum.
·      Berjumlah sepasang dan berbentuk oval seukuran kacang.
·      Mengandung ribuan folikel yang tiap folikel mengandung ovum.


Ø  Saluran Kelamin
·      Menghubungkan ovarium ke uterus.
·      Terdiri dari berturut-turut
a.    Fimbria
-       Fimbria adalah tabungan protein yang menonjol dari membran pada banyak spesies dari Proteobacteria.
-       Umumnya pendek dan terdapat banyak di seluruh permukaan sel bakteri.
-       Hanya ditemukan pada bakteri gram negatif, dimana bakteri tersebut memiliki lapisan peptidoglikan yang tipis pada dinding selnya.

b.    Tuba Falopi / Oviduk
-       Disebut juga dengan saluran telur.
-       Tuba falopi adalah sepasang saluran yang berada pada kanan dan kiri rahim sepanjang +10 cm.
-       Menghubungkan rahim dengan ovarium melalui fimbria.

c.    Uterus / Rahim
-       Berbentuk seperti buah pear, berongga, dan berotot.
-       Sebelum hamil beratnya 30 – 50 gram dengan ukuran panjang 9 cm dan lebar 6 cm krang lebih sebesar telur ayam kampung. Tetapi saat hamil mampu membesar dan beratnya mencapai 1000 gram.
-       Rahim berfungsi sebagai tempat untuk perkembanan embrio menjadi janin.
-       Rahim terdiri atas 3 lapisan, yaitu :
1.     Lapisan Parametrium
-       Merupakan lapisan paling luar dan yang berhubungan dengan rongga perut.
2.    Lapisan Miometrium
-       Merupakan lapisan yang berfungsi mendorong bayi keluar pada proses persalinan (kontraksi).
3.    Lapisan Endometrium
-       Merupakan lapisan dalam rahim tempat menempelnya sel telur yang sudah dibuahi. Lapisan ini terdiri dari lapisan kelenjar yang berisi pembuluh darah.

d.    Vagina
-       Vagina adalah saluran yang elastis, panjangnya sekitar 8 – 10 cm, dan berakhir pada rahim.
-       Karena terbentuk dari otot, vagina bisa melebar dan menyempit.
-       Pada bagian ujung yang terbuka, vagina ditutupi oleh sebuah selaput tipis yang disebut selaput dara. Selaput ini akan robek pada saat bersanggama, kecelakaan, masturbasi/onani yang terlalu dalam, olah raga dan sebagainya.

e.    Serviks
-          Serviks disebut juga mulut rahim.
-          Terdapat pada bagan terdepan dari rahim dan menonjol ke dalam vagina, sehingga berhubungan dengan bagian vagina.
-          Memproduksi cairan berlendir.

Ø  Kelenjar Kelamin (Asesoris)
·           Terdapat kelenjar Bartholin yang berfungsi menghasilkan cairan pada vagina.


Proses Pembentukan Sel Kelamin (Gametogenesis) pada Wanita



Proses terjadinya Oogenesis.
·           Terjadinya proses pembentukan sel ovum di dalam ovarium.
·           Dimulai pada saat embrio dan diteruskan sampai pubertas.
·           Pembentukan ovum diawali  dengan pembelahan mitosis lapisan luar ovarium untuk membentuk oogonium yang diploid.
·           Setiap oogonium dilapisi oleh sel folikel. Keseluruhan struktur ini disebut folikel primer.
·           Ketika folikel tumbuh, oosit primer membelah secara meisosis I menghasilkan satu oosit sekunder dan badan kutub.
·           Oosit sekunder kemudian berkembang menjadi ovum haploid yang siap untuk dibuahi oleh sperma.





B.    Fertilisasi dan Perkembangan Embrio

Fertilisasi => Proses pembuahan dan peleburan antara satu sel sperma dan sel ovum yang sudah matang.

Proses fertilisasi yang terjadi dalam tubuh manusia

          Ovum matang dilepas ovarium dan ditangkap rumbai – rumbai pada corong tuba fallopi. Jika ada sperma masuk, maka ovum dibuahi oleh sperma. Ovum yang sudah dibuahi membentuk zigot, kemudian zigot bergerak menuju rahim. Jika ovum tidak dibuahisperma, jaringan dalam dinding rahim yang telah menebal dan banyak pembuluh darah akan rusak dan luruh sehingga terjadi menstruasi.
          Bersamaan dengan terjadinya pematangan ovum, sel-sel dinding rahim tumbuh menebal dan banyak pembuluh darah sehingga pada saat zigot datang dan menempel tidak terjadi gangguan. Pematangan ovum dan penebalan dinding rahim dipengaruhi hormon esterogen dan progesteron.
Di rahim, embrio berkembang selama 9 bulan untuk menjadi bayi.

Perkembangan embrio hingga menjadi bayi

1.     Pada usia 4 minggu, sudah tampak pertumbuhan mata dan telinga.


2. Usia 8 minggu, sudah terbentuk janin yang mirip dengan bayi, mulai tampak tangan, jari tangan, hidung, dan kaki.




3.    Usia 16 minggu, panjang janin telah mencapai 40 cm dan memiliki organ yang sudah lengkap.





4.    Usia 40 minggu, janin sudah siap untuk dilahirkan.
Selama dalam rahim, embrio mendapatkan nutrisi dari induknya melalui plasenta yang berfungsi sebagai berikut :
1.   Menyalurkan zat makanan dari induk ke embrio.
2.  Mengalirkan zat-zat sampah dari embrio ke dalam darah induknya.
3.    Melindungi janin dari berbagai zat racun atau kuman penyakit.




C.  Siklus Menstruasi



Ø  Menstruasi disebut juga haid yang merupakan pendarahan yang terjadi akibat luruhnya dinding sebelah dalam rahim (endometrium) yang banyak mengandung pembuluh darah.

Ø  Pendarahan atau menstruasi ini terjadi secara periodik, jarak waktu antara menstruasi yang satu dengan menstruasi berikutnya dikenal dengan satu siklus menstruasi.

Ø  Siklus menstruasi terdiri dari 4 fase, yaitu :

1.     Fase Menstruasi
·           Fase ini terjadi jika ovum tidak dibuahi oleh sperma sehingga korpus luteum menghentikan produksi hormon esterogen dan progesteron. Turunnya kadar esterogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari endometrium yang disertai robek dan lurunya endometrium, sehingga terjadi pembuahan.
·           Fase ini berlangsung kurang lebih 5 hari.
·           Darah yang keluar selama menstruasiberkisar antara 50 – 150 mililiter.

2.    Fase Pra-Ovulasi
·           Fase Pra-Ovulasi disebut juga dengan fase poliferasi.
·           Pada fase ini, hormon pembebas gonadotropin yang dikeluarkan hipotalamus akan memacu hipofise untuk mengeluarkan FSH (Folikel Stimulating Hormon). FSH memacu pematangan folikel dan merangsang folikel untuk mengeluarkan hormon esterogen.
·           Adanya hormon esterogen menyebabkan pembentukan kembali (poliferasi) dinding endometrium. Peningkatan kadar esterogen juga menyebabkan serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifat basa.
·           Lendir yang bersifat basa tersebut berfungsi untuk menetralkan suasana asam pada vagina sehingga mendukung kehidupan sperma.

3.    Fase Ovulasi
·           Ovulasi terjadi pada hari ke 14.
·           Peningkatan kadar esterogenmenghambat pengeluaran FSH, kemudian hipofise mengeluarkan LH (Luternizing Hormon). Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel, peristiwa ini isebut ovulasi.

4.    Fase Pasca Ovulasi
·           Fase pasca ovulasi berlangsung selama 14 hari sebelum menstruasi berikutnya.
·           Folikel de Graaf (folikel matang) yang telah melepaskan oosit sekunder akan berkerut dan menjadi korpus lutem. Korpus luteum mengeluarkan hormon progesteron dan masih mengeluarkan hormon esterogen namun tidak sebanyak ketika berbentuk folikel. Progesteron mendukung kerja esterogen untuk mempertebal dan menumbuhkan pembuluh-pembuluh darah pada endometrium seta mempersiapkan endometrium untuk menerima pelekatan embrio jika terjadi pembuahan atau kehamilan. Jika tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan yang hanya sedikit mengeluarkan  hormon, sehingga kadar progesteron dan esterogen menjadi rendah. Keadaan ini menyebabkan terjadinya menstruasi demikian seterusnya.


D.  Penyakit AIDS

Ø  AIDS (Acquired Immune-deficiency Disese Syndrome) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang dapat menyebabkan kematian.

1.    Gejala HIV
Ø Pada tahap awal, orang yang terinfeksi HIV tampak seperti orang yang sehat dan tidak memperlihatkan gejala-gejala tertentu. Fase ini dapat terjadi selama 5 - 7 tahun tergantung kdari kekebalan tubuh si penderita.
Ø Tahap selanjutnya, akan muncul gejala awal seperti hilangnya selera makan, tubuh terasa lemas, dan badan berkeringat secara berlebihan pada malam hari, timbulnya bercak-bercak dikulit, terjadi pembengkakan kelenjar getah bening, mengalami diare terus-menerus, serta flu yang tidak sembuh-sembuh. Fase ini berlangsung 6 bulan – 2 tahun.
Ø Tahap terakhir atau fase AIDS akan terdiagnosa setelah kekebalan tubuh sudah sangat berkurang pada tahap ini biasanya penderita mudah terserang penyakit TBC, pneumia, herpes, gangguan saraf, dan sebagainya. Kejadian ini berlangsung selama 3 – 6 bulan.





2.   Penularan HIV
Ø Karena hubungan seksual
Ø Menyerang orang yang memakai narkoba dan tato yang menggunakan jarum suntik dan semprotan yang telah terkontaminasi oleh virus HIV.
Ø Melalui transfusi darah
Ø Ibu hamil yang mengidap AIDS dapat menularkan pada janinnya.

3.   Pencegahan HIV
Ø Menghindari hubungan seks bebas dengan orang yang menderita penyakit ini.
Ø Menghindari hubungan seks dengan orang yang pecandu narkoba.
Ø Mengadakan pemeriksaan laboratorium terhadap orang yang akan mendonorkan darahnya.
Ø Menjamin sterilitas alat suntik dan menggunakannya untuk sekali pakai.
E.    Penyakit atau Kelainan pada Alat Reproduksi Manusia

1.   Gonore atau Kencing Nanah
Gejala    : Pada perempuan keluar nanah yang berasal dari vagina dan
 saluran  urine.
Akibat    : Bermasalah pada saat kehamilan dan proses melahirkan.

2.  Klamidia atau Klamidiasis
Gejala    : Pada laki-laki akan keluarnya nanah dari penis saluran urine.
Akibat    : Infeksi pada testis.

3.  Sifilis atau Raja Singa
Gejala    : Seperti hal nya gonore, tidak tampak gejala 70% perempuan
 dan 10% pada laki-laki.
Akibat   : Pada perempuan bermasalah pada kehamilan dan pada laki-laki
masalah kebersihan

4.  Herpes atau Dhab
Gejala    : Luka pada vagina atau penis
Akibat    : Membahayakan jantung dan otak, melalui ibu yang ditularkan
 ke fetusnya.

5.  Candidiasis atau Keputihan
Gejala    : Luka pada vagina atau penis seperti bercak-bercak yang
 menyerang pada alat kelamin manusia.
 Infeksi pada dinding vagina, langit-langit, lipatan dekat anus.
Akibat   : Melalui proses kelahiran infeksi berasal dari ibu selama
kelahiran.
               Kebersihan vagina dan mulut dan anus tidak terjaga.
         


0 komentar:

Posting Komentar

 
;