Kecelakaan Transportasi Terbesar di Indonesia
Guys,
apa kabar nih? Hmm.. di sore hari yang mendung ini, Novi mau berbagi informasi nih ke
kalian semua. Kalian semua udah tahu belum tentang apa yang akan Novi bahas
pada entri kali ini? Kalau belum tahu dan penasaran, di simak baik-baik ya..
Kapal
Tampomas II saat terbakar
Kapal Tampomas? Kapal apa tuh? Novi sendiri saja
baru tahu tentang kapal ini, karena baru baca dari buku :D. Kalian sendiri
gimana? Udah tahu, pernah mendengar atau bahkan tidak tahu sama sekali? Yaudah,
kalau gitu aku kasih tahu ya ke teman-teman semua.
Tenggelamnya KMP Tampomas II merupakan salah satu
kecelakaan transportasi laut terbesar di Indonesia *wow*. Peristiwanya terjadi
pada tanggal 27 Januari 1981 *Novi sih belum lahir guys*. Kecelakaan ini
terjadi di sekitar Kepulauan Masalembo, Laut Jawa. Kapal yang dinahkodai oleh
kapten Rivai ini sedang menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Sulawesi.
Kecelakaan ini dimulai ketika malam hari 25 Januari
1981 beberapa bagian mesin mengalami kebocoran bahan bakar, dan terkena
percikan api yang diduga berasal dari puntun rokok sehingga terjadi kebakaran
di dek kapal. Awak kapal berusaha memadamkan api dengan tabung pemadam
kebakaran, tetapi tidak berhasil dan kapal tenggelam pada tanggal 27 Januari
1981.
Seluruh penumpang yang terdaftar berjumlah 1.054
orang, ditambah dengan 82 awak kapal. Namun, diperkirakan seluruh penumpang
berjumlah 1.442 orang, termasuk sejumlah penumpang gelap. Tim penyelamat
memperkirakan 431 orang tewas (143 mayat ditemukan dan 288 orang hilang bersama
kapal), sementara 753 orang berhasil diselamatkan. Sumber lain menyebutkan
angka korban yang jauh lebih besar, hingga 666 orangg tewas.
2. Jatuhnya
Garuda Indonesia 152
Garuda
Airbus A300 No. 152
Kecelakaan
transportasi udara di Indonesia terjadi pada tanggal 26 September 1997.
Pesawat Garuda Airbus A300-84 dengan nomor penerbangan 152 jatuh di Desa Buah
Nabar, Sumatera Utara. Ketika itu, pesawat hendak mendarat di Bandara Polonia
Medan.
Kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpangnya yang
berjumlah 222 orang dan awaknya berjumlah 12 orang. Pesawat tersebut sedang
dalam perjalanan dari Jakarta ke Medan. Ketika pesawat akan mendarat pada pukul
13.30 WIB, kota Medan sedang diselimuti asap
tebal akibat kebakaran hutan. Ketebalan asap menyebabkan jangkauan
pandang pilot sangat terbatas dan hanya mengandalkan panduan lisan dari menara
kontrol Polonia. Namun, kesalahpahaman komunikasi antara menara kontrol dengan
pilot menyebabkan pesawat mengambil arah yang salah dan menabrak tebing gunung.
Tragedi
Bintaro
Tragedi ini merupakan kecelakaan transportasi
kereta api terbesar sepanjang sejarah perkeretaapian Indonesia. Peristiwanya
terjadi pada tanggal 19 Oktober 1987 di daerah Pondok Betung, Bintaro.
Penyelidikan menunjukan bahwa tragedi itu terjadi
akibat kelalaian petugas stasiun yang memberikan sinyal aman bagi kereta api
yang datang dari arah Rangkasbitung, meskipun sebenarnya tidak ada pernyataan
aman dari statsiun Kebayoran. Akibatnya, kereta dari dua arah itu bertabrakan,
139 orang tewas.
Ya ampun guys.. merinding nih Novi. Oleh karena itu
guys, dalam setiap apapun yang kita lakukan harus lebih berhati-hati dan lebih
teliti lagi. Hindari dari yang namanya kecerobohan dan kelalaian karena
akibatnya cukup fatal. Walaupun memang pada dasarnya manusia tidak luput dari kecerobohan
atau kelalaian itu sendiri.
Semuanya kita kembalikan lagi kepada Sang Maha
Pencipta. Memang itulah yang telah ditakdirkan oleh Allah. Manusia pun
sesungguhnya tidak pernah ada yang tahu jika musibah akan terjadi pada
hidupnya. Karena kematianlah yang sangat dekat dengan diri kita.
Terima kasih guys sudah mau membaca. Semoga
bermanfaat J))




0 komentar:
Posting Komentar