Rabu, 05 Februari 2014

Kecelakaan Transportasi Tebesar di Indonesia

Kecelakaan Transportasi Terbesar di Indonesia


Guys, apa kabar nih? Hmm.. di sore hari yang  mendung ini, Novi mau berbagi informasi nih ke kalian semua. Kalian semua udah tahu belum tentang apa yang akan Novi bahas pada entri kali ini? Kalau belum tahu dan penasaran, di simak baik-baik ya..

1.  Tragedi Kapal Tampomas II


Kapal Tampomas II saat terbakar

Kapal Tampomas? Kapal apa tuh? Novi sendiri saja baru tahu tentang kapal ini, karena baru baca dari buku :D. Kalian sendiri gimana? Udah tahu, pernah mendengar atau bahkan tidak tahu sama sekali? Yaudah, kalau gitu aku kasih tahu ya ke teman-teman semua.

Tenggelamnya KMP Tampomas II merupakan salah satu kecelakaan transportasi laut terbesar di Indonesia *wow*. Peristiwanya terjadi pada tanggal 27 Januari 1981 *Novi sih belum lahir guys*. Kecelakaan ini terjadi di sekitar Kepulauan Masalembo, Laut Jawa. Kapal yang dinahkodai oleh kapten Rivai ini sedang menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Sulawesi.

Kapal Tampomas II waktu tenggelam

Kecelakaan ini dimulai ketika malam hari 25 Januari 1981 beberapa bagian mesin mengalami kebocoran bahan bakar, dan terkena percikan api yang diduga berasal dari puntun rokok sehingga terjadi kebakaran di dek kapal. Awak kapal berusaha memadamkan api dengan tabung pemadam kebakaran, tetapi tidak berhasil dan kapal tenggelam pada tanggal 27 Januari 1981.

Seluruh penumpang yang terdaftar berjumlah 1.054 orang, ditambah dengan 82 awak kapal. Namun, diperkirakan seluruh penumpang berjumlah 1.442 orang, termasuk sejumlah penumpang gelap. Tim penyelamat memperkirakan 431 orang tewas (143 mayat ditemukan dan 288 orang hilang bersama kapal), sementara 753 orang berhasil diselamatkan. Sumber lain menyebutkan angka korban yang jauh lebih besar, hingga 666 orangg tewas.

2.  Jatuhnya Garuda Indonesia 152


Garuda Airbus A300 No. 152

Kecelakaan  transportasi udara di Indonesia terjadi pada tanggal 26 September 1997. Pesawat Garuda Airbus A300-84 dengan nomor penerbangan 152 jatuh di Desa Buah Nabar, Sumatera Utara. Ketika itu, pesawat hendak mendarat di Bandara Polonia Medan.

Kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpangnya yang berjumlah 222 orang dan awaknya berjumlah 12 orang. Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan dari Jakarta ke Medan. Ketika pesawat akan mendarat pada pukul 13.30 WIB, kota Medan sedang diselimuti asap  tebal akibat kebakaran hutan. Ketebalan asap menyebabkan jangkauan pandang pilot sangat terbatas dan hanya mengandalkan panduan lisan dari menara kontrol Polonia. Namun, kesalahpahaman komunikasi antara menara kontrol dengan pilot menyebabkan pesawat mengambil arah yang salah dan menabrak tebing gunung.

3.  Tragedi Bintaro


Tragedi Bintaro

Tragedi ini merupakan kecelakaan transportasi kereta api terbesar sepanjang sejarah perkeretaapian Indonesia. Peristiwanya terjadi pada tanggal 19 Oktober 1987 di daerah Pondok Betung, Bintaro.

Penyelidikan menunjukan bahwa tragedi itu terjadi akibat kelalaian petugas stasiun yang memberikan sinyal aman bagi kereta api yang datang dari arah Rangkasbitung, meskipun sebenarnya tidak ada pernyataan aman dari statsiun Kebayoran. Akibatnya, kereta dari dua arah itu bertabrakan, 139 orang tewas.

Ya ampun guys.. merinding nih Novi. Oleh karena itu guys, dalam setiap apapun yang kita lakukan harus lebih berhati-hati dan lebih teliti lagi. Hindari dari yang namanya kecerobohan dan kelalaian karena akibatnya cukup fatal. Walaupun memang pada dasarnya manusia tidak luput dari kecerobohan atau kelalaian itu sendiri.
Semuanya kita kembalikan lagi kepada Sang Maha Pencipta. Memang itulah yang telah ditakdirkan oleh Allah. Manusia pun sesungguhnya tidak pernah ada yang tahu jika musibah akan terjadi pada hidupnya. Karena kematianlah yang sangat dekat dengan diri kita.


Terima kasih guys sudah mau membaca. Semoga bermanfaat J))

0 komentar:

Posting Komentar

 
;