Assalamu'alaykum..
Hai readers! Pada entri
Novi kali ini, Novi akan memberikan salah satu resensi novel yang pernah Novi
buat. Novel ini menceritakan tentang seorang yang sangat mencintai kucingnya.
Hmm.. kayanya kalian semua udah tahu deh novel yang Novi resensi. Udah pernah
baca atau belum nih? Untuk yang sudah membaca novel ini supaya inget-inget lagi
ya dan untuk yang belum, baca ya.. supaya kalian tahu. Oke?
a.
Judul Buku :LOVE CATS
b.
Penulis :Gianti Pradipta
c.
Penerbit :Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
d.
Cetakan :Oktober 2012
e.
Tebal :6V + 212
PEMBUKA
RESENSI
Novel
ini ditulis oleh Gianti Pradipta. Ia lahir pada tahun 1986 di Jakarta. Ia
menulis novel ini disela-sela kesibukannya sebagai konsultan pajak di salah
satu kantor Akuntan Publik, Big Four.
a.
Sinopsis Novel
Kinarya Veruska Hadin atau biasa
dipanggil Kinar. Ia adalah salah satu dari sekian banyaknya fans kucing. Saat ini ia duduk di bangku
kuliah. “Pelangi”, ya itulah sebutan kucing kesayangannya yang berjenis Persia.
Ia menganggap bahwa kucing merupakan salah satu bagian dari hidupnya yang
memang tidak dapat terpisahkan. Bahkan, ia pernah berkata “Sebaik-baiknya cowok
di dunia adalah yang sayang sama kucing, terutama kucing gue!”
Pada
awalnya, bunda Sally alias mamanya Kinar tidak mengizinkan putrinya untuk
memelihara kucing. Menurutnya kucing itu tidak ada gunanya, bau, manja, suka
nyolong, rambutnya rontok, dan membawa penyakit. Tapi, setelah Kinar
merengek-rengek agar diperbolehkan untuk merawat kucing, akhirnya bunda Sally
pun luluh juga. Itupun Kinar harus membuat perjanjian hitam di atas putih dan
juga ditanda tangani.
Sejak kehadiran Pelangi hari-hari
Kinar menjadi tidak membosankan. Pelangi sukses meramaikan rumahnya. Berhubung
Pelangi hampir tidak pernah ke luar rumah, tak heran jika kucing itu menjadi
manja. Kalau Kinar pulang sekolah Pelangi hanya berani duduk dan mengintip dari
balik pagar tanpa berani keluar. Di dalam rumah pun Pelangi tidak ingin
jauh-jauh dari Kinar, ia suka gelendotan di kaki Kinar, menunggui Kinar di
depan kamar mandi, atau ikut tidur di kamar Kinar.
Bindra. Ia adalah teman dekat Kinar
sejak kelas 3 SD. Mereka menjadi lebih dekat saat mereka masuk kuliah. Walaupun
mereka tidak pernah sekolah di tempat yang sama, rumah yang berseberangan
memudahkan komunikasi pada mereka. Sebenarnya, diam-diam Bindra menyukai Kinar,
hanya saja ia tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya kepada Kinar. Berbeda
halnya dengan Kinar, Bindra tidak begitu menyukai kucing, entah apapun jenis
kucingnya. Meskipun pada akhirnya, perlahan-lahan ia menyukainya.
Tidak jarang bagi Kinar untuk datang
ke pet shop langganannya sekedar
membeli makanan dan vitamin untuk Pelangi. Hingga pada akhirnya ia bertemu
dengan seorang cowok ganteng yang ternyata pemilik Roeism Pet Shop, toko
langganannya. Namanya Ringgo. Jika Bindra berbeda hal dengan Kinar, nah untuk
cowok yang satu ini memiliki kesamaan dengan Kinar yaitu sama-sama penggemar
kucing.
Semakin lama Kinar dan Ringgo semakin
dekat. Kemudian, mereka memutuskan untuk menjalin ikatan yang lebih dari
sekedar sahabat atau yang biasa disebut pacaran. Tidak hanya Kinar yang disukai
oleh Ringgo, diam-diam ternyata Ringgo pun menyukai kucing kesayangannya Kinar.
Berbulan-bulan Pelangi menghilang
ketika Kinar membawanya ke rumah Ringgo saat jamuan makan malam. Kinar begitu
merasa kehilangan, kesedihan menghiasi wajahnya. Segala upaya ia lakukan demi
kucing kesayangannya. Setelah sekian lamanya Kinar menunggu akan adanya
seseorang yang menemukan Pelangi dan benar saja Pelangi pun kembali padanya,
Ringgolah yang menemukan Pelagi. Namun, semakin lama Kinar merasa aneh dengan
kondisi fisik Pelangi. Kecurigaan pada Ringgo menggeluti pikiran Kinar apalagi
setelah ia menemukan sertifikat kelahiran anak kucing di laci meja Ringgo.
kecurigaan Kinar selama ini pun terungkap. Ringgo memang telah mengawinkan
Pelangi dengan kucing lainnya untuk diambil anaknya dan dijual olehnya. Namun,
semua itu dilakukannya karena ia membutuhkan tambahan dana untuk menyelamatkan
usahanya. Kinar benar-benar marah dengan Ringgo, bahkan ia tidak ingin
mendengar lagi penjelasan dari Ringgo dan ia berharap itulah terakhir kalinya
ia bertemu dengan Ringgo.
Setelah sekian lamanya Kinar tidak
bertemu lagi dengan Ringgo, ia tak merasa sedikitpun sedih kehilangannya. Suatu
ketika, Pelangi berlari meninggalkan Kinar yang memegang talinya di belakang.
Kinar sampai kewalahan mengejarnya. Mereka baru saja keluar gedung setelah
Pelangi mengikuti cat show dan akan
menyeberang ke tempat parkir. Tiba-tiba dari arah kanan, sebuah VW Polo biru melaju
cukup kencang menuju mereka. Alhasil Pelangi pun tertabrak , tali belakangnya
menyangkut di bawah mobil tersebut. Sementara, dari dalam VW Polo keluarlah
sosok yang sangat dikenal Kinar, ya dia adalah Ringgo. Ringgolah yang menabrak
Pelangi. Pelangi pun terluka dan harus diopname karena tulang kaki kanannya
yang bergeser. Kebencian yang tertanam di hati Kinar kepada Ringgo semakin
menjadi.
Bindra, sahabat Kinar selalu setia
disamping Kinar. Disaat-saat seperti ini pun Bindra masih mendampingi dan
menemani Kinar dikala kesepiannya karena Pelangi di opname. Setelah sekian
lamanya Bindra memendam rasa kepada Kinar, akhirnya ia memberanikan diri untuk
menyatakan perasaannya kepada Kinar. Setelah cowok itu jujur kepadanya, Kinar
hanya ingin menjalaninya sebagai sahabat. Biarlah waktu yang akan membawa arah
perkenalan mereka, apakah terus menjadi sahabat atau lebih dari itu, entahlah
Kinar tidak berani menjawabnya sekarang. Toh, Kinar masih menikmati
persahabatan mereka seperti dahulu. Ternyata, kriteria penyuka kucing saja
tidak cukup untuk jadi cowok yang baik.
b.
Penilaian terhadap novel
Di
dalam novel Love Cats ini penggunaan gaya bahasanya mudah dipahami oleh remaja
pada umumnya. Selain itu, novel ini sangat cocok bagi pecinta hewan lucu ini.
Karena di dalamnya diberikan tips atau cara merawat kucing secara baik dan
benar, kita juga diajarkan untuk
menyayangi binatang-binatang yang sekiranya juga merupakan makhluk ciptaan
Tuhan. Namun, di sisi lain meskipun penggunaan gaya bahasanya mudah dipahami
tetapi tidak menggunakan sebagaimana Bahasa Indonesia yang baik dan benar
(baku). Di dalamnya tidak disertai dengan gambar-gambar ilustrasi sehingga
pembaca dapat menggambarkan saat kejadian pada setiap cerita
Menurut saya novel ini cukup menarik
dan sangat cocok dibaca bagi para pecinta kucing, karena saya pun salah satu
dari banyaknya pecinta kucing. Di dalam novel ini, penulis memberikan tips atau
cara bagaimana kita merawat hewan lucu satu ini. Namun, bagi saya novel ini
kurang memberikan nilai positif walaupun memang terdapat beberapa manfaat yang
didapat setelah membaca novel ini, karena unsur-unsur yang disajikan mendominasi
pada kisah percintaan. Sehingga tidak tepat jika dibaca oleh kalangan
anak-anak.
RESENSATOR : NOVIANA ADELITA RAHMAWAN


0 komentar:
Posting Komentar