Senin, 30 Desember 2013

Resensi Novel "LOVE CATS"


Assalamu'alaykum..
Hai readers! Pada entri Novi kali ini, Novi akan memberikan salah satu resensi novel yang pernah Novi buat. Novel ini menceritakan tentang seorang yang sangat mencintai kucingnya. Hmm.. kayanya kalian semua udah tahu deh novel yang Novi resensi. Udah pernah baca atau belum nih? Untuk yang sudah membaca novel ini supaya inget-inget lagi ya dan untuk yang belum, baca ya.. supaya kalian tahu. Oke? 

RESENSI NOVEL
“LOVE CATS”



IDENTITAS BUKU
a.     Judul Buku           :LOVE CATS
b.     Penulis                :Gianti Pradipta
c.     Penerbit              :Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
d.     Cetakan              :Oktober 2012
e.     Tebal                  :6V + 212
f.      Sasaran resensi     :Remaja


PEMBUKA RESENSI
            Novel ini ditulis oleh Gianti Pradipta. Ia lahir pada tahun 1986 di Jakarta. Ia menulis novel ini disela-sela kesibukannya sebagai konsultan pajak di salah satu kantor Akuntan Publik, Big Four.


a.  Sinopsis Novel
            Kinarya Veruska Hadin atau biasa dipanggil Kinar. Ia adalah salah satu dari sekian banyaknya fans kucing. Saat ini ia duduk di bangku kuliah. “Pelangi”, ya itulah sebutan kucing kesayangannya yang berjenis Persia. Ia menganggap bahwa kucing merupakan salah satu bagian dari hidupnya yang memang tidak dapat terpisahkan. Bahkan, ia pernah berkata “Sebaik-baiknya cowok di dunia adalah yang sayang sama kucing, terutama kucing gue!”

Pada awalnya, bunda Sally alias mamanya Kinar tidak mengizinkan putrinya untuk memelihara kucing. Menurutnya kucing itu tidak ada gunanya, bau, manja, suka nyolong, rambutnya rontok, dan membawa penyakit. Tapi, setelah Kinar merengek-rengek agar diperbolehkan untuk merawat kucing, akhirnya bunda Sally pun luluh juga. Itupun Kinar harus membuat perjanjian hitam di atas putih dan juga ditanda tangani.
         
       Sejak kehadiran Pelangi hari-hari Kinar menjadi tidak membosankan. Pelangi sukses meramaikan rumahnya. Berhubung Pelangi hampir tidak pernah ke luar rumah, tak heran jika kucing itu menjadi manja. Kalau Kinar pulang sekolah Pelangi hanya berani duduk dan mengintip dari balik pagar tanpa berani keluar. Di dalam rumah pun Pelangi tidak ingin jauh-jauh dari Kinar, ia suka gelendotan di kaki Kinar, menunggui Kinar di depan kamar mandi, atau ikut tidur di kamar Kinar.

          Bindra. Ia adalah teman dekat Kinar sejak kelas 3 SD. Mereka menjadi lebih dekat saat mereka masuk kuliah. Walaupun mereka tidak pernah sekolah di tempat yang sama, rumah yang berseberangan memudahkan komunikasi pada mereka. Sebenarnya, diam-diam Bindra menyukai Kinar, hanya saja ia tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya kepada Kinar. Berbeda halnya dengan Kinar, Bindra tidak begitu menyukai kucing, entah apapun jenis kucingnya. Meskipun pada akhirnya, perlahan-lahan ia menyukainya.

          Tidak jarang bagi Kinar untuk datang ke pet shop langganannya sekedar membeli makanan dan vitamin untuk Pelangi. Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan seorang cowok ganteng yang ternyata pemilik Roeism Pet Shop, toko langganannya. Namanya Ringgo. Jika Bindra berbeda hal dengan Kinar, nah untuk cowok yang satu ini memiliki kesamaan dengan Kinar yaitu sama-sama penggemar kucing.

          Semakin lama Kinar dan Ringgo semakin dekat. Kemudian, mereka memutuskan untuk menjalin ikatan yang lebih dari sekedar sahabat atau yang biasa disebut pacaran. Tidak hanya Kinar yang disukai oleh Ringgo, diam-diam ternyata Ringgo pun menyukai kucing kesayangannya Kinar.

          Berbulan-bulan Pelangi menghilang ketika Kinar membawanya ke rumah Ringgo saat jamuan makan malam. Kinar begitu merasa kehilangan, kesedihan menghiasi wajahnya. Segala upaya ia lakukan demi kucing kesayangannya. Setelah sekian lamanya Kinar menunggu akan adanya seseorang yang menemukan Pelangi dan benar saja Pelangi pun kembali padanya, Ringgolah yang menemukan Pelagi. Namun, semakin lama Kinar merasa aneh dengan kondisi fisik Pelangi. Kecurigaan pada Ringgo menggeluti pikiran Kinar apalagi setelah ia menemukan sertifikat kelahiran anak kucing di laci meja Ringgo. kecurigaan Kinar selama ini pun terungkap. Ringgo memang telah mengawinkan Pelangi dengan kucing lainnya untuk diambil anaknya dan dijual olehnya. Namun, semua itu dilakukannya karena ia membutuhkan tambahan dana untuk menyelamatkan usahanya. Kinar benar-benar marah dengan Ringgo, bahkan ia tidak ingin mendengar lagi penjelasan dari Ringgo dan ia berharap itulah terakhir kalinya ia bertemu dengan Ringgo.

          Setelah sekian lamanya Kinar tidak bertemu lagi dengan Ringgo, ia tak merasa sedikitpun sedih kehilangannya. Suatu ketika, Pelangi berlari meninggalkan Kinar yang memegang talinya di belakang. Kinar sampai kewalahan mengejarnya. Mereka baru saja keluar gedung setelah Pelangi mengikuti cat show dan akan menyeberang ke tempat parkir. Tiba-tiba dari arah kanan, sebuah VW Polo biru melaju cukup kencang menuju mereka. Alhasil Pelangi pun tertabrak , tali belakangnya menyangkut di bawah mobil tersebut. Sementara, dari dalam VW Polo keluarlah sosok yang sangat dikenal Kinar, ya dia adalah Ringgo. Ringgolah yang menabrak Pelangi. Pelangi pun terluka dan harus diopname karena tulang kaki kanannya yang bergeser. Kebencian yang tertanam di hati Kinar kepada Ringgo semakin menjadi.

          Bindra, sahabat Kinar selalu setia disamping Kinar. Disaat-saat seperti ini pun Bindra masih mendampingi dan menemani Kinar dikala kesepiannya karena Pelangi di opname. Setelah sekian lamanya Bindra memendam rasa kepada Kinar, akhirnya ia memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Kinar. Setelah cowok itu jujur kepadanya, Kinar hanya ingin menjalaninya sebagai sahabat. Biarlah waktu yang akan membawa arah perkenalan mereka, apakah terus menjadi sahabat atau lebih dari itu, entahlah Kinar tidak berani menjawabnya sekarang. Toh, Kinar masih menikmati persahabatan mereka seperti dahulu. Ternyata, kriteria penyuka kucing saja tidak cukup untuk jadi cowok yang baik.

b. Penilaian terhadap novel
            Di dalam novel Love Cats ini penggunaan gaya bahasanya mudah dipahami oleh remaja pada umumnya. Selain itu, novel ini sangat cocok bagi pecinta hewan lucu ini. Karena di dalamnya diberikan tips atau cara merawat kucing secara baik dan benar,  kita juga diajarkan untuk menyayangi binatang-binatang yang sekiranya juga merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Namun, di sisi lain meskipun penggunaan gaya bahasanya mudah dipahami tetapi tidak menggunakan sebagaimana Bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku). Di dalamnya tidak disertai dengan gambar-gambar ilustrasi sehingga pembaca dapat menggambarkan saat kejadian pada setiap cerita

          Menurut saya novel ini cukup menarik dan sangat cocok dibaca bagi para pecinta kucing, karena saya pun salah satu dari banyaknya pecinta kucing. Di dalam novel ini, penulis memberikan tips atau cara bagaimana kita merawat hewan lucu satu ini. Namun, bagi saya novel ini kurang memberikan nilai positif walaupun memang terdapat beberapa manfaat yang didapat setelah membaca novel ini, karena unsur-unsur yang disajikan mendominasi pada kisah percintaan. Sehingga tidak tepat jika dibaca oleh kalangan anak-anak.
RESENSATOR         : NOVIANA ADELITA RAHMAWAN     

0 komentar:

Posting Komentar

 
;