Senin, 13 Januari 2014 0 komentar

Bagaimanakah Pancaindra Bekerja?


Bagaimanakah Pancaindra Bekerja?


Assalamu’alaykum.
Guys, berjumpa lagi nih dengan tulisan Novi. Entri kali ini Novi akan berbagi dengan teman-teman mengenai bekerjanya pancaindra. Penasaran? Kalau teman-teman ingin tahu, yuk simak baik-baik ya.. ^_^

Teman-teman tahu kan lima pancaindra manusia? Tahu dong.. Lima pancaindra manusia antara lain indra pendengaran (telinga), indra penglihatan (mata), indra penciuman (hidung), indra pengecap (lidah), dan indra peraba (kulit). Lalu, bagaimana sih cara kerja kelima indra manusia?

1.        Bagaimana kita bisa mendengar?


Ketika gelombang bunyi memasuki telinga bagian luar, bunyi itu bergerak melewati saluran yang di ujungnya terdapat gendang telinga. Di belakang gendang telinga terdapat tulang-tulang pendengaran, yaitu tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi. Ketiganya menyentuh gendang telinga. Ketika gelombang bunyi mengenai gendang telinga, ketiga tulang tersebut ikut bergetar. Getaran tulang-tulang ini akan menggetarkan cairan dalam rumah siput. Di dalam rumah siput, sel-sel meneruskan bunyi ke saraf, kemudian mengirimnya ke otak. Otak mengenalinya, pengenalan inilah yang disebut pendengaran.

2.        Bagaimana kita bisa melihat?



Gelombang cahaya pertama-tama akan melewati lensa. Lensa memfokuskan gelombang cahaya sehingga jatuh tepat pada retina. Rtina memiliki sel saraf yang sensitif terhadap cahaya. Sel tersebut akan menerjemahkan glombang cahaya menjadi impuls saraf yang bergerak dalam saraf optik ke otak. Rangsangan yang sampai di otak akan diproses sehingga kta dapat mengetahui bentuk dan warna benda yang kita lihat.

3.        Bagaimana kita bisa mencium bau?


Ketika kita menghirup udara, udara melewati ruang di belakang hidung yang berupa bisang sempit. Bidang sempit ini terdiri atsa jutaan reseptor bau yang disebut reseptor olfaktori. Rambut-rambut indara mencuat dari permukaan sel reseptor ini. Rambut tersebut dapat mendeteksi bau dan meneruskan informasi sepanjang serabut saraf ke otak.

4.    Bagaimana kita bisa mengecap suatu rasa?


Lidah dilapisi olh tonjolan kecil yang disebut kuncup pengecap. Kuncup pengecap bereaksi terhadap rasa sederahana dan meneruskan pesan ke otak. Kuncup pengecap ini meneruskan informasi rasa yang berbeda sebagai pesan ke otak. Otak kemudian memproses informasi dan mengatakan kepada kita makanan apa yang sebenarnya ada di dalam mulut kita.

5.    Bagaimana kita dapat merasakan sentuhan?


Indra perasa kita menyebabkan kita dapat merasakan panas, dingin, sakit, dan tekanan. Semua faktor lingkungan tersebut dirasakan oleh serabut saraf yang terdapat di epidemis dan dermus kulit. Seperti pada semua indra, saraf engirimkan informasi ke otak melalui sistem saraf.

Subhanallah.. betapa Maha Besar Allah yang telah menciptakan kita semua. Sekecil apapun yang dibutuhkan manusia, Allah perhatikan dengan rinci. Guys, maka dari itu kita harus selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan pada diri kita. Sesungguhnya kita masih beruntung memiliki tubuh yang sempurna, dapat mendengar, melihat, mencium bau, merasakan, dan meraba. Banyak saudara-saudara kita yang sudah tidak dapat merasakan seperti apa yang kita rasakan. Kita jaga baik-baik pemberian Allah ini, kita gunakan untuk hal-hal yang positif.

Sampai disini dulu ya guys, kita berjumpa di entri berikutnya. Semoga bermafaat. Barakallah!’-’)b


Wassalamu’alykum..
0 komentar

Sekilas Tokoh - 4 Tokoh Ilmuwan Dunia

Sekilas Tokoh

Assalamu’alaykum..

Hai guys, apa kabar ? Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat walafiat ya. Aamiin.
Entri Novi kali ini, Novi akan menceritakan sekilas tentang 4 tokoh ternama di dunia. Novi rasa kalian semua sudah tau tentang keempat tokoh ini, tapi Novi hanya menceritakan kembali secara singkatnya.
Ini dia..

1.        ARCHIMEDES



Sudah pada tahu kan ya tokoh yang satu ini? Tentu dong.. banyak orang menyatakan Archimedes adalah orang yang paling berpngaruh terhadap bidang matematika sepanjang masa (wah.. keren ya guys!). dia telah membuat suatu temuan yang mengagumkan pada tahun 287 SM. Sesuai percobaan yang dia lakukan, dia menyatakan bahwa benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan mendapat gaya tekan ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang didesak olh benda tersebut.

Oke, kita lanjut yang kedua.
 
;