Selasa, 14 Januari 2014

Lumba-lumba, Sang Arsitek Kapal Selam

Hai guys, apa kabar? Bagaimana dengan aktivitasmu hari ini? Menyenangkan, menyedihkan, atau.. biasa aja? Duh, kebanyakan nanya nih Novinya hehehe. Guys, dari judul Entri Novi kali ini tentunya kalian tahu dong Novi ingin membahas tentang apa? Yup! Novi akan berbagi cerita tentang lumba-lumba. Teman-teman semua tahu kan lumba-lumba itu seperti apa? Kalau Novi sendiri sih malah udah pernah dicium sama lumba-lumba. Rasanya geli-geli gimana gitu, tapi seru loh guys. Kapan lagi dicium sama lumba-lumba hehehe. Oke kita lanjut yuk!


Guys,lucu ya lumba-lumbanya Novi sampai gemes deh ngeliatnya, hehehe. Lumba-lumba adalah makhluk laut paling cerdas, ramah, dan suka menolong. Hewan ini memahami perintah dengan baik dan tahu cara mematuhinya. Tuh guys, kita sebagai manusia yang berakal pikiran jangan mau kalah dengan lumba-lumba. Tubuh lumba-lumba diciptakan dengan bentuk yang sungguh menakjubkan *wow*.

Melihat dengan suara

Sekalipun kita sering melihat lumba-lumba di permukaan air, namun lumba-lumba menghabiskan sebagian besar waktunya di kedalaman lautan yang gelap. Lumba-lumba dapat melihat lebih baik dalam gelapnya lautan daripada kemampuan manusia melihat dalam terangnya cahaya *kira-kira seperti apa ya?*. Bagaimana lumba-lumba dapat melakukan hal ini? Lumba-lumba mampu menemukan arah dengan merasakan getaran suara. Para ilmuwan menamakan sistem ini “ekolokasi”. Lumba-lumba bernapas melalui lubang yang ada di atas kepalanya. Tepat di bawah lubang ini, terdapat kantung-kantung kecil berisi udara. Dengan mengalirkan udara melalui kantung-kantung ini, lumba-lumba menghasilkan suara bernada tinggi. Kemudia, suara ekolokasi ini dipancarkan ke arah sekitarnya secara terputus-putus. Suara lumba-lumba segera memantul kembali bila membentur benda apapun. Lumba-lumba mendengarkan dengan saksama pantulan suara ini. Pantulan suara dari sekelilingnya memberi informasi rinci tentang jarrak-jarak benda darinya, berikut ukuran dan pergerakannya. Berkat perangkat ini, lumba-lumba dapat memindai wilayah yang luas, bahkan memetakan samudra. Inilah sistem sonar sempurna pada lumba-lumba yang memindai dasar laut layaknya alat pemindai elektronik. Sistem ini juga digunkan oleh kapal selam yang menemukan arah dengan menggunakan sonar.

Tidur dengan sebelah mata dan sebelah otak

Mata lumba-lumba layaknya kamera khusus yang memungkinkannya melihat jelas di bawah dan di atas permukaan air. Lumba-lumba memiliki lensa mata kenyal yang dapat mengembang dan mengerut sehingga mampu berfokus di bawah dan di atas permukaan air. Ini sangat diperlukan bagi lumba-lumba. Setiap kali muncul ke permukaan, lumba-lumba secara saksama memperhatikan pergerakan kawasan burung di sekitarnya, sebab di tempat burung terdapat sekumpulan ikan. Lumba-lumba sangat tahu akan hal ini, dan memanfaatkannya untuk mecari mangsa dengan mudah. Desain istimewa mata lumba-lumba juga melindungi matanya dari air laut yang asin.


Mata lumba-lumba memiliki ciri khusus lainnya, yaitu setiap mata dapat berfokus pada satu titik yang berbeda pada saat bersamaan. Karena itu, seekor lumba-lumba dapat melihat ke depan dengan sat mata utnuk menentukan arah berenangnya sambil berjaga-jaga dari bahaya dengan mata yang lain. Bila perlu, lumba-lumba dapat menutup salah satu matanya dan mengistirahatkan separuh otaknya. Selang beberapa lama, ganti melakukan hal yang sama pada mata dan separuh otanknya yang lain. Dengan cara ini, lumba-lumba tidak pernah tertidur penuh dan selalu terjaga ddari bahaya.

Gerakan lumba-lumba

Manusia berupaya membuat kapal laut yang tahan terhadap segala keadaan. Namun, ada satu lagi rintangan utama yang harus diatasi oleh kapal laut, yakni kuatnya gaya hambatan air. Semakin cepat kapal bergerak, semakin besar hambatan airnya. Karena itu, para insinyur hidrodinamika berusaha menjadikan hambatan ini sekecil mungkin ketika merancang kapal, perahu, dan kapal selam. Tenaga sangat besar pada motor pendorong kapal laut diperlukan guna mengimbangi gaya hambatan ini.

Lumba-lumba senang berenang dengan kecepatan tinggi. Tentunya, kapal laut dengan kecepatan tinggi akan mengalami gaya hambatan yang sangat kuat. Namun ini bukan masalah bagi lumba-lumba. Tubuh dan kulitnya dirancang khusus untuk mengurangu hambatan air sebanyak mungkin.
Saat lumba-lumba mulai berenang cepat, lapisan tipis air terbentuk di permukaan kulitnya. Lapisan tipis air ini dinamakan “lapisan penghalang”. Kulit ini diciptakan dengan kelenturan yang memungkinkannya bergerak secara menggelombang ketika turbulensi terjadi. Kulit ini mencegah terjadinya gaya hambat air dengan bergerak secara menggelombang dan berlawanan arah dengan gerak turbulensi pada “lapisan penghalang”. Hasilnya, gerakan renang yang cepat tanpa menimbulkan suara.

Setelah empat tahun penelitian, para insinyur Jerman yang menemukan desain kulit lumba-lumba, menirunya dan berhasil membuat lapisan luar kapal selam engan sifat yang sama. Kapal selam yang dirancang menggunakan lapisan ini berhasil menaikkan 250% kecepatannya.

Ini salah satu rancangan yang menyerupai lumba-lumba bernamma Innespace Seabreacher. Memiliki panjang 5 meter bekerja dengan mesin 1500 cc setara dengan kekuatan 260 tenaga kuda . Kendaraan ini hidup di tiga alam, bisa sebagai speedboat, kapal selam, sekaligun pesawat terbang (keren bangetttt).  Untuk selengkapnya kalian dapat baca di http://www.bekamsteriljakarta.com/2011/07/innespace-seabreacher-yang-bisa-terbang.html#close


Wah... gusy, sekarang kalian tahu kan, ternyata keren banget ya lumba-lumba. Betapa Maha Besar, Allah yang telah menciptakan makhluknya. Kapal selam ciptaan manusia merupakan tiruan dari lumba-lumba yang merupakan ciptaan Allah. Duh.. Novi jadi mau melihara lumba-lumba (?). Hehehe emangnya lumba-lumba bisa dipelihara? Serem dong.


Cukup sekian ya guys entri Novi kali ini. Semoga bermanfaat ^_^

0 komentar:

Posting Komentar

 
;